LITERASI BAHASA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENDIDIK GENERASI Z BERDASARKAN PRINSIP ALKITAB DI KELURAHAN HINEKOMBE – SENTANI

  • Rumeni Br. Silitonga Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
Keywords: Digital Native; Generasi Z; Guru; Literasi Bahasa.

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik literasi bahasa guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendidik Generasi Z berdasarkan prinsip Alkitab di Kelurahan Hinekombe, Sentani. Guru PAK dihadapkan pada tantangan komunikasi yang unik karena karakteristik Generasi Z sebagai digital natives yang memproses informasi secara visual dan multimodal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima guru PAK di jenjang sekolah menengah (SMP-SMA) dan dua belas peserta didik Generasi Z kelahiran 2008–2012. Temuan mengungkapkan bahwa mayoritas guru PAK memiliki kesadaran akan pentingnya adaptasi bahasa, namun menghadapi kendala konkret berupa kesenjangan digital, terbatasnya penguasaan literasi multimodal, dan kurangnya keselarasan antara strategi komunikasi pedagogis dengan karakteristik belajar generasi digital. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kompetensi literasi bahasa berbasis Kolose 4:6 yang mencakup dimensi kasih (charis), kebijaksanaan (halas), dan responsivitas personal (apokrinesthai).

References

Buckingham, D. (2003). Media education: Literacy, learning and contemporary culture. Polity Press.

Budiarto, M. K., & Wijaya, H. (2021). Literasi digital guru pendidikan agama Kristen dalam pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Kristen, 12(2), 45–60.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Efendi, Y., & Lase, D. (2023). Transformasi digital pendidikan agama Kristen di era teknologi. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 4(1), 18–34.

Groome, T. H. (1998). Sharing faith: A comprehensive approach to religious education and pastoral ministry. HarperSanFrancisco.

Kern, R. (2015). Language, literacy, and technology. Cambridge University Press.

Kress, G. (2010). Multimodality: A social semiotic approach to contemporary communication. Routledge.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.

Silitonga, R. B. (2025). Kemampuan Menyimak Pesan Firman Tuhan Dengan Menggunakan Media Audiovisual Berdasarkan Prinsip Cognitive Theory Of Multimedia Learning (Ctml) Di Jemaat Gkn Shalom Sentani. KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 15-27. https://doi.org/10.57094/kohesi.v6i1.3131

Tapscott, D. (2010). Grown up digital: How the net generation is changing your world. McGraw-Hill.

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today's super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. Atria Books.

UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills for indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wijaya, D., & Manurung, P. (2024). Tantangan guru PAK dalam pembelajaran daring di wilayah Papua. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 7(1), 11–27.

Published
2026-11-02
How to Cite
Silitonga, R. B. (2026). LITERASI BAHASA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENDIDIK GENERASI Z BERDASARKAN PRINSIP ALKITAB DI KELURAHAN HINEKOMBE – SENTANI. KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 12-22. https://doi.org/10.57094/kohesi.v7i1.5853